Sabtu, 15 Maret 2008

SENAM SEBAGAI PENCEGAHAN SERANGAN ASMA

DEFINISI
• Asma disebut juga sebagai reactive airway disease (RAD), adalah suatu penyakit obstruksi pada jalan napas secara reversible yang ditandai dengan brochospasme, inflamasi, dan peningkatan reaksi jalan napas terhadap berbagai stimulant (Asuhan Keperawatan pada Anak, h.7).
• Asma adalah penyakit paru yang di dalamnya terdapat obstruksi jalan napas, inflamasi jalan napas, dan napas yamng hiperresponsif atau spasme otot polos bronchial (Keperawatan Pediatri, h.25).

ETIOLOGI
• Faktor ekstrinsik: reaksi antigen-antibodi, karena inhalasi allergen (debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang).
• Faktor intrinsik; infeksi: para influenza virus, pneumonia, mycoplasmal.
• Faktor fisik; cuaca dingin, perubahan temperature.
• Iritan; bahan kimia.
• Polusi udara (CO, asap rokok, parfum).
• Emosional; takut, cemas, dan tegang.
• Aktivitas berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus.

MANIFESTASI KLINIK
• Bukti klinis obstruksi jalan napas
Obstruksi dapat terjadi secara bertahap atau akut, dan perkiraan keparahan eksaserbasi akut disebut ringan, sedang, dan berat.
• Dispnea
Klien merasa seperti tercekik dan harus berdiri atau duduk dan berusaha penuh mengerahkan tenaga untuk bernapas. Kesulitan utama terletak pada ekspirasi yang lama, penggunaan otot-otot asesori pernapasan, cuping hidung, retraksi dada, dan stridor.
• Wheezing
• Mengi ekspirasi
Sewaktu pasien memaksakan udara keluar akan timbul mengi ekspirasi memanjang yang merupakan cirri khas asma.
• Batuk kering (tidak produktif) karena secret kental dan lumen jalan napas sempit.
• Ansietas, iritabilitas, sampai penurunan tingkat kesadaran.
• Sianosis
• Penurunan PaCO2 pada awalnya, akibat hiperventilasi kemudian naiknya PaCO2 saat obstruksi menghebat.

PATOFISIOLOGI
Asma pada anak terjadi adanya penyempitan pada jalan nafas dan hiperaktif dengan respon terhadap bahan iritasi dan stimulus lain. Dengan bahan iritasi atau allergen, otot-otot brokus menjadi spasme dan zat antibody tubuh (IgE) berikatan dengan allergen dan menyebabkan degranulasi sel mast dan pengeluaran histamine. Histamine menyebabkan konstriksi otot plos bronkiolus. Apabila respon histaminnya berlebihan, maka dapat timbul spasme asmatik. Karena histamine juga merangsang pembentukan mucus dan menungkatkan permeabilitas kapiler, maka juga akan terjadi kongesti dan pembengkakan ruang interstitium paru. Respon asma terjadi dalam tiga tahap, yaitu tahap immediate yang ditandai dengan bronkokonstriksi (1-2 jam), tahap delayed dimana bronkokonstriksi dalam berulang dalam 4-6 jam dan terus-menrus 2-5 jam lebih lama, tahap late yang ditandai dengan peradangan dan hiperresponsif jalan nafas beberapa minggu atau bulan. Anak yang mengalami asmamudah untuk inhalasi dan sukar dalam ekshalasi karena edema pada jalan nafas, sehingga menyebabkan hiperinflasi pada alveoli dan perubahan pertukaran gas. Jalan nafas menjadi obstruksi yang kemudian tidak adekuat ventilasi dan saturasi O2 sehingga menjadi penurunan PO2 (hipoksia). Selama serangan asma, CO2 tertahan dengan menungkatnya resistensi jalan nafas selama ekspirasi dan menyebabkan asidosis respiratori dan hiperkapnea. Kemudian sistem pernafasan akan mengadakan kompensasi dengan meningkatkan pernafasan (takipnea), kompensasi tersebut menimbulkan hiperventilasi dan dapat menurunkan kadar CO2 dalam darah (Hipokapnea).

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
• Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik.
• Foto Thoraks
Menyingkirkan infeksi atau penyebab lain yang memperburuk status pernapasan.
• Pemeriksaan Fungsi Paru
Menurunnya tidal volume; kapasitas vital menurun, kapasitas bernapas maksimal juga menurun.
• Analisa Gas Darah
Khusus untuk kasus berat. Pada awalnya pH meningkat, PaCO2 dan PaO2 turun (alkalosis respiratori ringan akibat hiperventilasi); kemudian: penurunan pH, penurunan PaO2, dan peningkatan PaCO2 (asidosis respiratori).
• Jumlah Eusinofil
Meningkat dalam darah, sputum. Sputum eusinofil sangat karakteristik untuk asma, sedangkan neutrofil sangat dominant pada bronchitis kronik. Pemeriksaan ini juga dapat dipakai sebagai patokan untuk menentukan cukup tidaknya dosis kortikosteroid yang dibutuhkan pasien asma.
• Pemeriksaan Alergi (radioallergosorbent;RAST).
• Pulse Oximetry.

PENATALAKSANAAN
Tujuan dari tindakan ini adalah manajemen yang tepat dengan kondisi anak hingga dapat mempertahankan gaya hidup yang optimal dan menunjukan perkembangan. Perawatan difokuskan pada pengurangan episode kejadian, meminimalkan proses inflamasi, penurunan jumlah hospitalisasi, mencegah factor presipitasi dan memfasilitasi tumbuh kembang normal.
Setiap tindakan disesuaikan dengan jenis asma yang diderita :
 Asma ringan pengobatan yang dilakukan saat ada serangan, bronkodilator dilakukan bila ada gejala.
 Asma sedang terapi bronkodilator 4X dalam sehari dan gunakan inhaled cromolyn sodium (Intal).
 Asma berat diberi terapi bronkodilator terus-menerus, regimen mungkin termasuk pemberian aerosol atau sistemik. Menggunakan oksigen nasal atau masker.

Pengaturan jarak inhaler yang direkomendasikan :
 Kocok MDI
 Tarik MDI 2 inchi dari mulut.
 Buang nafas secara komplit.
 Aktifkan MDI, mulai menarik nafas pelan-pelan.
 Pertahankan pernafasan selama 10 detik.
 Tunggu 10 menit untuk inhalasi selanjutnya.
Pemberian melalui cairan intravena jangan lebih dari 25 mg.

PENCEGAHAN SERANGAN ASMA PADA ANAK
Penanggulangan asma pada anak sekarang yang lebih penting bukan mengatasi serangan, tetapi terutama ditujukan untuk mencegah serangn asma. Anak yang menderita asma harus dapat hidup layak serta tumbuh dan berkembang sesuai dengan umurnya.
Pencegahan serangn asma terdiri atas :
1. Menghindari factor-faktor pencetus
Macam-macam pencetus asma :
 Alergen
Factor alergi dianggap mempunyai peranan pada sebagian besar anak dengan asma (William dkk, 1958; Ford, 1969). Disamping itu hiperreaktivitas saluran nafas juga merupakan factor yang penting. Bila tingkat hiperreaktivitas bronkus tinggi, diperlukan jumlah allergen yang sedikit, dan sebaliknya jika tingkat hiperreaktivitas rendah diperlukan jumlah antigen yang lebih tinggi untuk menimbulkan serangan asma (Cockroft dkk, 1979).
Sensitisasi tergantung pada lama dan intensitas hubungan dengan bahan alenergik sehingga berhubungan dengan umur. Pada bayi dan anak kecil sering berhubungan dengan isi dari debu rumah, misalnya tungau, serpih atau bulu binatang, spora jamur yang terdapat di dalam rumah. Dengan bertambahnya umur makin banyak jenis allergen pencetusnya. Asma karena makanan biasanya terjadi pada bayi dan anak kecil
 Infeksi
Biasanya infeksi virus, terutama pada bayi dan anak kecil. Virus penyebabnya biasanya respiratory syncytial virus (RSV) dan virus para influenza. Kadang-kadang dapat juga oleh baktri misalnya pertusis dan streptokokus beta hemolitikus, jamur misalnya aspergillus dan parasit misalnya askaris.
 Iritan
Hairspray, minyak wangi, asap rokok, cerutu dan pipa, bau tajam dari cat, SO2, dan polutan udara berbahaya lainnya, juga udara dingin dan air dingin (Boushey dkk, 1980). Iritasi hidung dan batuk sendiri dapat menimbulkan refleks bronkokonstriksi (Mc. Fadden, 1980). Udara kering mungkin juga merupakan pencetus hiperventilasi dan kegiatan jasmani (Strauss dkk, 1978).
 Cuaca
Perubahan tekanan udara (Sultz dkk, 1972), perubahan suhu udara, angina dan kelembaban (Lopez & Salvagio, 1980) dihubungkan dengan percepatan dan terjadinya serangan asma.
 Kegiatan jasmani
Kegiatan jasmani yang berat misalnya berlari dan naik speda dapat menimbulkan serangan pada anak dengan asma (Godfrey, 1978; Eggleston, 1980). Juga tertawa dan mengangis dapat merupakan pencetus. Pada anak dengan faal paru di bawah normal sangat rentan trhadap kegiatan jasmani.
 Infeksi salurann pernafasan atas
Disamping infeksi virus saluran nafas bagian atas, sinusitis akut dan kronik dapat memudahkan terjadinya asma pada anak (Rachelesfsky dkk, 1978).
 Refluks gastroesofagus
Iritasi trakheobronkhial karena isi lambung dapat memberatkan asma pada anak dan orang dewasa (Dess, 1974).
 Psikik
Faktor psikik merupaka pencetus yang tidak boleh diabaikan dan sangat kompleks. Tidak adnya perhatian dan/atau tidak mau mengakui persoalan yang ada yang berhubungan dengan asma oleh anak sendiri atau keluarganya akan memperlambat atau bahkan menggagalkan usaha-usaha pencegahan. Pembatasan aktivitas anak, seringnya anak tidak masuk sekolah, seringnya bangun malam, terganggunya irama kehidupan keluarga karena anak sering mendapat serangan asma, pengeluaran uang untuk biaya pengobatan dan rasa khawatir, dapat mempengaruhi anak asma dan keluarganya.

Hubungan antar faktor pencetus
Serangan asma sering timbul karena kerjasama berbagai pencetus. Pada anak dengan pencetus allergen sering disertai pencetus non allergen yang dapat mempercepat dan memperburuk serangan asma. Diduga infeksi virus memperkuat reaksi terhadap pencetus alenergik maupun non alenergik. Ada anak yang baru mendapat serangan asma bili berlari-lari saat hawa dingin atau berlari-lari setelah mendapat infeksi virus saluran napas bagian atas.

Cara menghindari faktor pencetus
Berbagai pencetus serangan asma dan cara menghindarinya perlu diketahui dan diajarkan pada anak dan keluarganya, debu rumah dan unsure di dalamnya merupakan pensetus yang sering dijumpai pada anak.
Debu rumah biasanya mengandung tepung sari rumput-rumputan, pohon, belukar sekitar rumah yang dibawa oleh angin masuk ke dalam rumah. Debu rumah juga mengandung serpih atau rontokan kulit bulu kita atau binatang piaraan, ludah binatang piaraan yang sudah kering, rontokan bahan pakaian, dekorasi rumah, dan rontokan kain meubel, ada juga hancuran kertas Koran, kertas rokok, tembakau, dan abunya. Debu rumah juga mengandung serangga yang sudah mati, bakteri, jamur, dan sisa-sisa makanan bulan-bulan lalu. Jadi jelas debu rumah mengandung banyak sekali allergen yang merupakan pencetus terjadinya serangan asma pada anak.
Dalam menghindari debu rumah, antara lain dengan mengusahakan kamar tidur anak dibuat seperti rumah sakit:
1. Kasur tempat tidurnya dimasukkan dalam kantong vinil dengan ritsluting sehingga apat membungkus seluruh kasur dan debu tidak dapat keluar dari bawah kasur. Demikian pula bantal dimasukkan ke dalam kantong vinil.
2. mencuci tirai dan selimut sekurang-kurangnya tiap 2 minggu, sprei dan sarung bantal lebuh sering dicuci, lemari serta rak dan laci dibersihkan dengan lap basah, dan hanya digunakan untuk menyimpan pakaian. Hindarkan aspa dan binatang piaraan jangan masuk kamar tidur.
Anggota keluarga yang menderita “flu” tidak boleh mendekati anak dengan asma atau kalau ekat anak yang asma lebih-lebih bicara, batuk atau besin perlu menutup mulut dan hidungnya. Hindarkan naka dari perubahan cuaca atau udara yang mendadak.
Olahraga atau main-main tidak dilarang bahkan dianjurkan tetapi diatu. Kebutuhan main-main seperti kejar-kejaran dan lain-lain sama pentungnya dengan kebutuhan makan dan minum yamg bergizi untuk tumbuh dan berkembangya secra optimal.
Jalan yang dapat ditempuh agar supaya anak tetap dapat bermain atau berolah raga adalah:
 Menambah toleransi secra bertahap, menghindarkan percepatan gerakan yang mendadak, mengalihkan , macam kegiatan misalnya dari lari, ke naik sepeda atau berenang.
 Bila mulai batuk-batuk, istirahat dulu sebentar, minum iar dan kemudian bila batuk-batuk sudah mereda kegiatan dimulai lagi.
 Ada beberapa anak yang memrluakn makan obat atau menghirup obat aerosol dulu beberapa waktu sebelum kegiatan olah raga.
2. Obat-obat pencegah serangan asma (preventers)
Obat-obat ini mencegah serangan asma dengan mencegah inflamasi dan pembengkakan selaput lender pada saluran napas. Obat ini tidak langsung menyebabkan hilangnya gejala asma karena memrlukan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan_bulan untuk mulai memperlihatkan manfaatnya. Oleh karena itu, obat ini harus digunakan setiap hari dan tidak bermanfaat pada waktu serangan asma telah terjadi.
Pemakainnya dianjurkan untuk penderita asma kronik yang gejalanya sangat menganggu dan penderita yang sering mendapat serangan asma berat. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan obat preventers sebagai berikut:
• Natrium kromolin (Intal)
• Ketotifen (zaditen, Astifen, dan Intifen)
• Kortikosteroid topical (Becotide, Inflamid, dan Pulmicort)
• Nedokromil (Tilade)
• Antileukotrin (Accolate dan Zileuton)
• Suntikan allergen (Laprin)
Terapi imunologik tidak dianjurkan sebagai tindakan rutin tetapi tindakan ini salah satu tugasnya membentuk antibody penghalang. Hal ini perlu dipertimbangkan bila tindakan-tindakan lainnya telah diusahaklan semaksimal mungkin dan tidak memberikan hasil.

3. Senam Asma
Sebagai salah satu upaya untuk pengobatan dan pencegahan asma penderita asma dianjurkan untuk mengikuti senam asma. Agar senam yang dilakukan efektif, lakukan senam 3-4 kali dalam seminggu sekitar 30 menit. Senam akan memberikan hasil jika dilakukan sdiknya 6-8 minggu.
Manfaat yang diperoleh penderita asma yang melakukan senam asma, yaitu:
1. Otot pernapasan menjadi kuat, lentur, dan terlatih.
2. Dapat bernapas yang benar jika terjadi serangan asma.
3. Mudah batuk dan ekspektorasi (mengeluarkan lendir).
4. Mudah mengatasi serangan asma.
5. Aktivitas fisik maksimal.
6. Kualitas hidup lebih baik.
Efek samping yang timbul dapat berupa serangan asma bertambah berat atau timbulnya serangan pneumotoraks (kempes paru). Oleh karena itu, beberapa hal harus diperhatikan sebelum melakukan senam asma, yaitu:
1. Tidak dalam seranganasma.
2. Tidak dalam serangan gagal jantung.
3. Tidak dalam kondisi kesehatan yang menurun (flu, kurang tidur, baru sembuh dari sakit, dan lain-lain).
Gerakan-gerakan dalam senam asma dilakukan dengan posisi tubuh berdiri, mengoptimalkan gerakan tangan dan kai yang divariasikan dengan gerakan kepala. Yang penting juga diperhatikan, lakukan senam asma sesuai batas kemampuan anak. Tujuan utama gerakan-gerakan dalam senam asma adlaha untuk melatih cara bernapas yang benar, melenturkan dan memperkuat otot pernapasan, melatih ekspektorasi (pengeluaran lender) yang efektif, meningkatkan sirkulasi (aliran darah), dan mempetahankan agar asma tetap tekontrol.
Berikut beberapa gerakan senam asma yang dapat dilakukan di rumah:
A. Posisi Doa
Berdiri tegak dengan tangan lurus di samping badan (sikap sempurna), lalu tundukkan kepala.
B. Gerakan Pemansan
1. Berdiri tegak lalu lakukan jalan ditempat dengan mengangkat kaki minimum 20 cm dari lantai sambil melenggangkan tangan. Lakukan gerakan tersebut sampai 3 x 8 hitungan.
2. Berdiri tegak, lalu lakukan gerakan lari di tempat sambil mengayunkan lengan dengan posisi kedua siku menekuk. Lakukan sampai 3 x 8 hitungan.
3. Berdiri tegak, lalu lakukan kembali gerakan jalan di tenpat sampai 3 x 8 hitungan.
4. Letakkan kedua tangan di pinggang. Tundukkan kepala, kemudian tegakkan kembali. Lakukan gerakan menunduk dan menegakkan kepala ini bergantian sampai 3 x 8 hitungan.
5. Letakkan kedua tangan di pinggang. Palingkan muka ke kanan, kembali lurus ke depan, kemudian palingkan ke kiri dan kembali lurus ke depan. Lakukan gerakan tersebut sampai 3 x 8 hitungan.
6. Letakkan kedua tangan di pinggang, miringkan kepala ke kanan kemudian kembali tegak. Selanjutnya miringkan kepala ke kiri dan kembali tegak. Lakukan gerakan tersebut bergantian sampai 3 x 8 hitungan.
7. Letakkan tangan lurus di samping tubuh, kaki dibuka selebar bahu. Ayunkan tangan kanan lurus ke atas sehingga telapaknya menghadap ke arah badan dan ayunkan tangan kiri ke belakang dengan telapak menghadap ke belakang. Lakukan hal tersebut pada hitungan 1-4, lalu lakukan gerakan sebaliknya pada hitungan 5-8. Lakukan gerakan-gerakan tersebut sampai 3 x 8 hitungan.
8. Letakan kedua tangan di bahu, buka kaki selebar bahu. Pada hitungan 1-4 putar bahu ke depan, seperti putaran roda. Lakuakn gerakan sebaliknya pada hitungan 5-8. Lakukan di atas bergantian sampai 3 x 8 hitungan.
9. Posisikan kedua tangan lurus di samping badan, buka kaki selebar bahu. Tepukkan tangan di atas kepala, lalu kembali ke posisi semula sambil menepuk paha samping luar. Lakukan gerakan trsebut berulang sampai 3 x 8 hitungan.
10. Posisikan kedua tangan di pinggang, buka kaki selebar bahu. Putar pinggul searah jarum jam pada hitungan 1-4. Pada hitingan 5-8, putar pinggul berlawanan dengan arah jarum jam. Lakukan gerakan tersebut bergantian sampai 3 x 8 hitungan.
11. Rapatkan kedua kaki, lalu letakkan kedua tangan di pinggang. Hentakkan tungkai kaki kanan dan kiri ke depan dengan posisi sendi pergelangan kaki 900 secara bergantian. Selanjutnya, hentakkan tungkai kaki kanan dan kiri ke arah samping (secara bergantian). Terakhir, hentakkan ke arah belakang (secara bergantian). Lakukan gerakan tersebut masing-masing 1 x 8 hitungan.
12. Lakukan kembali jalan di tempat sampai 2 x 8 hitungan.
13. Berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan, lalu angkat kedua tangan ke atas sambil menarik napas sampai hitungan 2. Pada hitungan 3-8, turunkan kedua tangan sambil menghembuskan napas. Lakukan gerakan tersebut sampai 3 x 8 hitungan.
C. Gerakan Peregangan
1. Buka kaki selebar bahu. Luruskan tangan kanan ke depan, sedangkan tangan kiri memegang siku tangan kanan, lalu tarik siku tangan kanan ke arah tangan kiri sampai tangan kanan menyentuh dada. Tahan gerakan ini sampai hitungan ke 4. Pada hitungan 5-8 kembalikan ke sikap awal secara perlahan-lahan. Selanjutnya lakukan gerakan sebaliknya (posisi tangan kanan memegang siku tangan kiri).
2. Buka kaki selebar bahu, lalu angkat tangan kanan ke atas sampai tangan rileks di belakang kepala, kemudian pegang sikunya dengan tangan kiri. Tarik siku tangan kanan ke belakang pada hitungan 1, lalu tahan mulai hitungan 2-4. Kembalikan ke sikap awal secara perlahan-lahan, pada hitungan 5-8. Selanjutnya lakukan gerakan sebaliknya (posisi tangan kanan memegang siku tangan kiri).
3. Buka kaki selebar bahu, lalu jalin kedua tangan di belakang badan. Pada hitungan ke 1, angkat kedua tangan keatas sambil mengempiskan perut. Selanjutnya, tahan gerakan tersebut sampai hitungan ke-4. Kembalikan secara perlahan-lahan pada posisi awal mulai hitungan 5-8.
4. Buka kaki selebar bahu, lalu lipat kedua tangan di depan dada sampai ujung jari keduanya beradu. Pada hitungan 1, putar tubuh bagian atas ke kanan tetapi panggul dan wajah tetap menghadap ke depan. Tahan gerakan ini sampai hitungan ke-4. Kembalikan ke sikap awal secara perlahan-lahan pada hitungan 5-8. Lakukan gerakan seperti di atas untuk arah yang berlawanan.
5. Buka kaki agak lebar, kedua tangan lurus di samping badan. Pada hitungan 1, dorong tangan kanan ke atas sambil memiringkan badan. Tekuk lutut kaki kiri dan tangan kiri menumpu pada paha kiri. Tahan gerakan ini sampai hitungan 4. Kembalikan ke sikap awal secara perlahan-lahan pada hitungan 5-8.
6. Berdiri dengan kaki rapat, kedua lengan lurus di samping badan. Pada hitungan 1, langkahkan kaki kanan ke depan sampai tumit menempel pada lantai. Kedua tangan bertumpu pada paha kanan, kemudian rendahkan badan sambil tekuk lutut kiri dan sendi panggul kanan (badan dan kepala tetap lurus). Tahan gerakan tersebut pada hitungan 2-4. Pada hitungan 5-8, perlahan-lahan kembalikan pada posisi sikap awal.
7. Kedua kaki rapat dan tangan lurus di samping badan. Pada hitungan 1, tekuk lutut kanan ke belakang sampai maksimal. Pegang pergelangan tangan kaki kanan dengan tangan kiri, lalu tarik ke belakang. Selanjutnya, rentangkan tangan kanan ke samping. Pada hitungan 2-4 tahan gerakan tersebut. Secara perlahan-lahan kembalikan ke posisi awal pada hitungan 5-8. Selanjutnya lakukan gerakan sebaliknya (tangan kanan memegang kaki kiri).
8. Berdiri dengan kedua kaki rapat dan kedua tangan lurus di samping tubuh. Pada hitungan 1, tarik tungkai kanan ke depan sampai lutut kanan menekuk. Selanjutnya, rendahkan badan dengan kedua tangan bertumpu pada paha kanan (badan dan kepala tetap lurus). Tahan gerakan ini sampai hitungan 4. Kembalikan ke sikap awal secra perlahan-lahan pada hitungan 5-8, lalu lakukan gerakan yang sama dengan arah berlawanan.
D. Gerakan Inti A
Pada prisipnya setiap gerakan pada gerakan inti A selalu didikuti dengan menarik dan mengeluarkan naps dalam. Gerakan menarik napas dilakukan melalui hidung, lalu napas dikeluarkan melalui mulut, seperti orang yang meniup lilin. Waktu yang diperlukan untuk menarik napas lebih pendek daripada untuk mengeluarkan napas. Berikut ini gerakan-gerakan yang dilakukan pada gerakan inti A.
1. Buka kaki selebar bahu, lalu letakkan tangan di pinggang. Pada hitungan 1, tegakkan kepala dan busungkan dada. Selanjutnya, tudukkan kepala pada hitungan 2-4. Lakukan gerakan tersebut bergantian sampai 2 x 8 hitungan.
2. Tangan masih di atas pinggang dan kaki dibuka selebar bahu. Palingkan muka ke kanan pada hitungan 1, lalu pada hitungan 2 arahkan kembali muka ke depan dan tahan sampai hitungan 4. Pada hitungan 5 palingkan mula kekiri, lalu pada hitungan 6-8 arahkan kembali ke depan. Lakukan gerakan tersebut bergantian sampai 3 x 8 hitungan.
3. Buka kaki selebar bahu dan kedua tangan lurus di sampaing tubuh. Pada hitungan 1, angkat bahu kanan, lalu turunkan kembali pada hitungan 2-4. Lakukan hal yang sama untuk bahu kiri. Lakukan gerakan tersebut bergantian sampai 3 x 8 hitungan.
4. Rapatkan kedua kaki dan tangan lurus di samping tubuh. Putar bahu kebelakang denagn siku sedikit tertekuk pada hitungan 1-3, lalu hentakkan kedua tangan ke belakang pada hitungan 4. Pada hitungan 5-7, putar kembali bahu ke depan, lalu pada hitungan 8 hentakkan tangan ke depan. Lakukan gerakan tersebut bergantian smpai 3 x 8 hitungan.
5. Buka kaki selebar bahu dan kedua tangan lurus di samping tubuh. Pada hitungan 1, angkat kedua tangan ke atas sejajar telinga hingga membentuk huruf v. Pada hitungan 2-4 kembalikan tangan pada posisi semula. Lakukan gerakan tersebut sampai 3 x 8 hitungan.
6. Buka kaki selebar bahu, lalu angkat kedua tangan lurus ke depan setinggi bahu sehingga telapak tangan menghadap ke depan. Tarik kedua tangan ke belakang pada hitungan 1 sambil menekuk lutut dan tangan di kepalkan. Pada hitungan 2-4 kembali ke posisi semula dengan posisi tangan seperti mendorong. Lakukan gerakan di atas sampai 3 x 8 hitungan.
7. Buka kaki selebar bahu, lalu angkat kedua tangan lurus ke depan setinggi bahu sehingga telapak tangan menghadap ke depan. Pada hitungan 1, gerakan tangan kanan ke arah samping, lalu pada hitungan 2-4 kembalikan ke posisi semula. Lakukan hal yang sama untuk tangan kiri dan lakukan bergantian sampai 3 x 8 hitungan.
E. Gerakan Inti B
1. Buka kaki selebar bahu, lalu letakkan kedua tangan pada bahu. Luruskan yangan kanan ke atas, lau turunkan kembali. Selanjutnya, luruskan pula tangan kiri ke atas dan turunkan kembali. Lakukan gerakan-gerakan ini bergantian sampai 4 x 8 hitungan.
2. Letakkan kedua tangan lurus di samping tubuh. Lemparkan tangan kanan ke depan atas dan tangan kiri ke belakang, lalu lakukan gerakan sebaliknya sehingga tangan kiri yang diatas dan tangan kanan yang mengayun ke belakang. Lakukan sampai 4 x 8 hitungan.
3. Buka kaki selebar bahu, lalu posisikan kedua tangan yang sikunya menekuk 900 di samping tubuh. Dorong kedua tangan lurus ke atas sampai menyerong tubuh ke kanan, lalu tarik posisi tangan ke posisi semula. Dorong kembali kedua tangan sambil menyerongkan tubuh kekiri. Lakukan gerakan trsebut masing-masing 1 x 8 hitungan.
4. Lakukan jalan di tempat sebanyak 2 x 8 hitungan, kemudian lakukan kembali jalan di tempat sambil menarik napas sampai 3 x 8 hitungan.
5. Buka kaki selebar bahu dan letakkan kedua tanan lurus ke samping tubuh. Silangkan kedua tangan di depan tubuh, hentakkan kaki kanan ke depan sampai tumitnya menyentuh lantai sambil merendahkan badan. Selanjutnya, kembali ke posisi tegak sambil tangan direntangkan. Lakukan gerakan yang sama untuk kaki kiri, lakukan bergantian kanan dan kiri sampai 4 x 8 hitungan.
6. Rapatkan kedua kaki sambil menyilangkan tangan kanan di atas tangan kiri di depan dada. Rentangkan kedua tangan ke samping tubuh sambil melemparkan tungkai kaki kanan ke samping, lalu kembali ke posisi semula. Lakukan hal yang sama untuk kaki kiri secara bergantian hingga 4 x 8 hitungan.
7. Rapatkan kedua kaki, lalu silangkan kedua tangan di depan dada dengan posisi tengan kanan di atas tangan kiri. Rentangkan kedua tangan ke samping, seperti berenang dengan gaya katak, lalu serongkan kaki kanan ke samping. Kembalikan seperti posisi semula dan lakukan gerakan yang sama dengan arah yang berlawanan berganti-ganti sampai 4 x 8 hitungan.
8. Selingi dengan jalan di tempat sampai 2 x 8 hitungan, kemudian lakukan kembali jalan di tempat sambil menarik napas sampai 3 x 8 hitungan.
9. Berdiri dengan kedua kaki rapat, lalu angkat kedua tangan ke atas dengan posisi siku menekuk 900. Gerakan kedua tangan tersebut ke depan dan angkat kaki kanan sampai panggul menekuk membentuk sudut 900, lalu kembali ke posisi awal. Lakukan pula gerakan yang sama untuk kaki kiri. Lakukan secara bergantian sampai 4 x 8 hitungan.
10. Buka kedua kaki agak lebar, lalu rentangkan kedua tangan lurus ke samping. Dorong tangan kiri kea rah kanan, sedangkan tangan kanan menyentuh lutut kiri yang agak ditekuk. Lakukan pula gerakan yang sama dengan arah berlawanan secara bergantian sampai 4 x 8 hitungan.
11. Selingi dengan jalan di tempat sampai 2 x 8 hitungan, kemudian lakukan kembali jalan di tempat sambil menarik napas sampai 3 x 8 hitungan.
F. Gerakan Aerobik
1. Sambil berlari di tempat, luruskan kedua tangan ke depan, lalu kembalikan ke pundak. Selanjutnya, ulurkan kedua tangan ke samping dan kembalikan ke pundak. Lakukan gerakan tersbut bergantian sampai 2 x 8 hitungan, setiap hitungan jatuh pada kaki kanan.
2. Selingi dengan jalan di tempat sampai 2 x 8 hitungan, kemudian lakukan kembali jalan di tempat sambil menarik napsa sampai 3 x 8 hitungan.
3. Lakukan lari di tempat dengan posisi tubuh condong ke depan sehingga salah satu kaki terlempar ke belakang dan lutut kaki yang lain dalam posisi lurus. Pandangan mata ke bawah dan kedua tangan bebas bergerak mengikuti irama berlari. Lakukan gerakan yang sama untuk kaki yang lain secara bergantian sampai 2 x 8 hitungan.
4. Lakukan lari di tempat dengan posisi tubuh condong ke belakang sehingga salah satu kaki terlempar ke depan dan lutut kaki yang lain dalam posisi lurus. Kedua tangan bebas bergerak dan pandangan ke atas. Lakukan gerakan ini sampai 2 x 8 hitungan.
5. Lakukan lari ditempat dengan posisi tubuh tegak sambil melemparkan kedua kaki ke samping kanan dan kaki kiri bergantian. Kedua tangan bebas mengikuti irama berlari. Lakukan gerakan ini bergantian sampai 2 x 8 hitungan.
6. Lakukan lari ditempat dengan posisi tubuh tegak sambil melemparkan kaki kanan agak serong ke kiri dan kaki kiri dilemparkan agak serong kanan. Lakukan gerakan ini bergantian sampai 2 x 8 hitungan.
7. Berdiri dengan kedua kaki agak rapat, lalu letakkan kedua tangan di atas pundak. Jatuhkan kaki kanan satu langkah ke samping dengan kedua tangan lurus ke samping setinggi bahu, lalu gerakan kaki kiri mengikuti langkah kaki kanan sambil kedua tangan kembali ke pundak. Jatuhkan kaki kiri satu langkah ke samping dengan kedua tangan diangkat lurus ke samping, lalu gerakan kaki kanan mengikuti sambil meletakkan tangan kembali hingga ke posisi awal. Lakukan sampai 2 x 8 hitungan.
G. Gerakan Pendinginan (cooling down)
1. Berdiri tegak dengan kaki dibuka selebar bahu, lau jalin kedua tangan di belakang kepala. Tekan kepala ke belakang pada hitungan 1, lalu tahan dengan kedua tangan pada hitungan 2-4. Pada hitungan 5-8, kembalikan ke posisi semula secara perlahan.
2. Buka kaki selebar bahu, lalu topang dagu dengan tangan kanan, tangan kiri diletakkan di samping tubuh. Dorong dagu kekiri dengan tangan kanan pada hitungan 1, lalu tahan gerakan ini sampai hitungan 4. Pada hitungan 5-8, kembalikan secara perlahan-lahan ke posisi semula.
3. Buka kaki selebar bahu, lalu luruskan tangan kanan ke depan dengan tangan kiri memegang siku kanan. Dorong siku kanan dengan tanagn kiri sampai menyentuh dada pada hitungan 1, lalu tahan gerakan ini sampai hitungan 4. Pada hitungan 5-8, kembalikan secara perlahan-lahan ke posisi semula. Lakukan gerakan yang sama dengan arah berlawanan.
4. Buka kaki selebar bahu, lalu luruskan tangan kanan ke atas rileks di belakang kepala dan sikunya dipegang oleh tangan kiri. Pada hitungan 1, tarik siku kanan kebelakang dan tahan gerakan ini sampai hitungan 4. Pada hitungan 5-8, kembalikan secara perlahan-lahan ke posisi semula. Lakukan gerakan yang sama dengan arah berlawanan.
5. buka kai selebar bahu, lalu lipat kedua angan di depan dada hingga jari-jarinya beradu. Pada hitungan 1, putar tubuh ke kanan dengan panggul dan wajah tetap menghadap ke depan, lalu tahan gerakan ini sampai hitungan 4. pada hitungan 5-8, kembalikan secara perlehan-lahan ke posisi semula. Lakukan gerakan yang sama dengan arah berlawanan.berdiri dengan kedua kaki rapat, laluletakkan keduatangan lurus di samping. Pada hitungan 1, langkahkan kaki kanan ke depan sampai tumitnya menempel pada lantai. Rendahkan badan sambil menekuk lutut kiri dan sndi panggul kanan, kedua tangan bertumpu pada paha kanan. Tahan samapai hitungan 4 dengan posisi tubuh dan kepala tetap lurus. Pada hitungan 5-8, krmbalikan secara perlahan-lahan ke posisi semula. Lakukan gerakan yang sama demngan arah berlawanan.
6. buka kaki selebar bahu sambil merapatkan kedua tangan diatas perut. Pada hitungan 1, tarik napas sambil menggembungkan otot perut. Selanjutnya, hembuskan napas pada hitungan 2-4 sambil mengecilkan perut yang dibantu dengan takanan kedua tangan. Hitungan ke-5, tarik napas kembali sama seperti gerakan sebelumnya, lalu hembuskan kembali. Lakukan sampai 2 x 8 hitungan.
7. buka kaki selebar bahu, lalu luruskan kedua tangan ke depan setinggi bahu. Turunkan badan dengan menekuk lutut sedikait pada hitungan 1, lalu tahan gerakan ini sampai hitungan 4. pada hitungan 5-8, kembaliakn secara perlahan-lahan ke posisi semula. Lakukan sampai 2 x 8 hitungan.
8. buka kaki selebar bahu dengan kedua tangan lurus kesamping tubuh. Tarik napas pada hitungan 1, lalu tahan pada hitungan 2-4. pada hitungan 5, hembuskan napas keluar sambil menepuk paha bagian samping terik napas kembali, lalu tahan sepeti gerakan sebelumnya, kemudian keluarkan napas sambil menepuk dada bagian smping. Terakhir, dorong kedua lengan ke depan sambil menghembuskan napas. Selanjutnya, lakukan kembali posisi doa.


DAFTAR PUSTAKA

1. Abidin, M. Angela C. M. Nusatya. 2002. Mengenal, mencegah, dan mengatasi asma pada anak plus panduan senam asma. Cetakan 1. Jakarta: Puspa Swara

2. Balai penerbit FK UI. 2001. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid II. Jakarta : Gaya Baru

3. Behrman, Richard E. 1988. Ilmu kesehaan anak: Nelson (Nelson: textbook of pediatrics). Bagian 2. Jakarta: EGC

4. Betz, Cecilyl. 2002. Buku saku keperawatan pediatric. Jakarta:EGC

5. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI. 1985. Buku kuliah dan ilmu kesehatan anak 3. Jakarta: Bagian kesehatan anak FK UI

6. Suriadi dan Yuliani. 2001. Askep pada anak. Edisi:1. Jakarta: CV Sagung Seto

7. Harjaningrum, Agnes Tri. Tujuh jurus ampuh mengatasi asma. Jakarta: Pikiran Rakyat Cyber Media. 2002

8. Djauzi, Samsuridjal. Serangan asma berat. 28 oktober 2001. http;//www.google .com

Tidak ada komentar: